BOGOR,, iNewsBogor.id– Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor menyoroti sengketa lahan di Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, yang mencuat di tengah penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi pengurusan hak guna bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor.
Ketua HMI Cabang Bogor, Muhammad Risky Munandar, meminta pemerintah dan aparat penegak hukum membuka secara transparan seluruh informasi mengenai status dan riwayat lahan yang menjadi sengketa.
Menurut Risky munculnya persoalan pertanahan di Cipelang perlu ditelusuri secara menyeluruh, terutama menyangkut proses administrasi pertanahan, kepemilikan, serta pihak-pihak yang terlibat.
"Memang ada ketidakjelasan dari pemerintah daerah ataupun pemerintah pusat terkait transparansi dari SHGB ini. Perlu adanya transparansi dan integritas dari pemerintah daerah ataupun KPK untuk mengusut tuntas kasus dugaan ini,” ujar Risky.
HMI Sebut Potensi "Summarecon Jilid II"
Risky mengatakan, pihaknya melihat adanya sejumlah persoalan yang menurut HMI perlu didalami dalam sengketa lahan di Cipelang.
Editor : Furqon Munawar
Artikel Terkait
