""Keluhan mulai muncul sekitar dua jam setelah makanan MBG dikonsumsi. Para siswa kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan,," ujarnya.
Dinkes Ambil Sampel Makanan MBG
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mengambil sampel makanan yang dibagikan kepada para siswa untuk diperiksa lebih lanjut..
Berdasarkan materi PKG, Fusia Meidiawati menyampaikan bahwa para siswa mengalami gejala berupa pusing, mual, muntah, dan sakit perut. Dinas Kesehatan juga telah mengambil sampel nasi, telur, dan susu untuk diperiksa.
Siswa SMPN 2 Cisarua korban keracunan MBG tengah memegang kantung muntahan yang diberikan pihak Rumah Sakit. (Foto : Istimewa)
"Kami telah mengambil sampel makanan yang dibagikan kepada para siswa, di antaranya nasi, telur, dan susu. Sampel tersebut akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui kemungkinan penyebabnya," tegasnya.
Editor : Furqon Munawar
Artikel Terkait
