Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, mengapresiasi konsistensi tim EIGER Nature yang telah mengalokasikan waktu sekitar lima tahun dalam merancang kawasan tersebut secara terencana.
Widiyanti menekankan bahwa tren investasi pariwisata masa kini tidak boleh hanya berpatokan pada kalkulasi nilai pertumbuhan bisnis semata, tetapi wajib mengedepankan aspek keselamatan, kepatuhan regulasi, serta kesejahteraan masyarakat lokal (community-based tourism).
"Saya berharap EIGER Nature dapat terus menghadirkan pengalaman wisata alam yang berkualitas, aman, dan bertanggung jawab, dengan mengintegrasikan kegiatan petualangan, edukasi lingkungan, konservasi, serta pemberdayaan masyarakat," tutur Widiyanti.
Ia menambahkan, pembukaan kawasan ekowisata ini diproyeksikan mampu menjadi stimulus ekonomi daerah lewat pembukaan lapangan kerja baru, peluang usaha bagi warga sekitar Megamendung, hingga peningkatan daya saing destinasi wisata alam Indonesia di kancah internasional.
Sementara itu, Direktur Utama EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, menegaskan bahwa bentang alam asli di Megamendung merupakan aset vital yang akan dijaga kerahasiaan ekologisnya. Program di destinasi ini dirancang agar pengunjung tak sekadar menjadi penikmat visual, namun terdorong menjadi pelindung lingkungan.
"Aset utama EIGER Nature adalah alamnya. Kami berharap setiap pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati alam,tetapi juga mengenalnya, jatuh cinta kepadanya, dan pada akhirnya ikut merawatnya," ujar Imanuel.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
