Dari AI hingga Drone, SIEXPO 2026 Tawarkan Solusi Lengkap untuk Masa Depan Industri Sawit
Ia menambahkan, penyelenggaraan sebelumnya juga berhasil menarik pengunjung dari berbagai negara, termasuk Singapura, Malaysia, dan sejumlah negara produsen sawit lainnya.
Direktur Marketing Sawit Indonesia, Yasin Permana, mengungkapkan jumlah peserta pameran tahun ini meningkat menjadi 184 booth, naik dibandingkan sekitar 150 booth pada penyelenggaraan tahun lalu.
Menurut Yasin, peserta pameran akan menghadirkan berbagai solusi terintegrasi bagi industri sawit, mulai dari teknologi berbasis AI, alat berat, pupuk, bioproduk, teknologi pabrik kelapa sawit, oleokimia, benih sawit unggul, drone, digitalisasi, logistik, kendaraan listrik, hingga perangkat keselamatan kerja.
"Konsep yang kami tawarkan adalah one stop solution untuk industri sawit. Seluruh kebutuhan sektor hulu hingga hilir dapat ditemukan dalam satu pameran," jelas Yasin.
Selain pameran dan konferensi, SIEXPO 2026 juga kembali menghadirkan field trip ke salah satu kawasan industri sawit sebagai sarana pembelajaran langsung bagi peserta. Lokasi kunjungan saat ini masih dalam tahap finalisasi.
Sejumlah perusahaan dan lembaga telah menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan SIEXPO 2026, di antaranya PalmCo, Bumitama Gunajaya Agro, Triputra Agro Persada, Muar Ban Lee, PT JJ Lapp Cable Indonesia, PT Gaya Makmur FAW Motors, PT Hartec Mitra Mandiri, K+S Asia Pacific PTE Ltd, PT Sumber Inti Global Sukses, TSE Group, BPDP, serta berbagai asosiasi dan institusi seperti Pemerintah Provinsi Riau, Apkasindo, GAPKI, DMSI, APROBI, GIMNI, Aspekpir, dan SAMADE.
Dengan meningkatnya jumlah peserta, ragam inovasi yang ditampilkan, serta target ribuan pengunjung, SIEXPO 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan industri sawit dunia sekaligus mendorong transformasi sektor sawit menuju industri yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Editor : Ifan Jafar Siddik