Kolaborasi Kampus, Pemerintah, dan Masyarakat Perkuat Ekonomi Berkelanjutan di Huntap Sumbermujur
Mewakili Pemerintah Kabupaten Lumajang, Sekretaris Daerah Mohammad Ridha menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat yang lahir melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan komunitas.
Menurutnya, pemerintah akan berperan sebagai koordinator sekaligus katalisator dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor.
"Tiga fokus utama pembangunan adalah meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat pemberdayaan komunitas, serta mengoptimalkan potensi lokal sebagai fondasi ekonomi berkelanjutan," jelasnya.
Rektor ITB Widya Gama Lumajang menjelaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi di Huntap Sumbermujur berawal dari diskusi bersama pemuda, komunitas, dan pemerintah desa untuk mencari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Sejak 2024, kampus secara konsisten melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan UMKM, pelatihan manajemen usaha, digital marketing, hingga penguatan kapasitas kelembagaan.
Pada 2026, program tersebut berkembang melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan menggagas pembangunan mini museum sebagai bagian dari kawasan edukasi dan wisata berbasis masyarakat.
"Tema tahun ini merepresentasikan kolaborasi antara pengembangan ilmu pengetahuan dengan pengabdian kepada masyarakat. Huntap bukan hanya lokasi pengabdian, tetapi menjadi laboratorium kehidupan nyata bagi mahasiswa dan dosen," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi harus mampu menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Akademisi Malaysia: Huntap Sumbermujur Layak Menjadi Studi Tiru Internasional
Pandangan internasional disampaikan Prof. Dr. Zikri Muhammad dari Malaysia. Ia mengaku terkesan melihat transformasi Huntap Sumbermujur sebagai kawasan pemulihan pascabencana yang tidak hanya menyediakan hunian layak, tetapi juga mulai membangun fondasi ekonomi masyarakat.
"Saya tidak pernah membayangkan bisa menginjakkan kaki di Lumajang, khususnya Huntap Sumbermujur. Pengalaman ini sungguh luar biasa. Saya sudah mengunjungi berbagai negara, tetapi apa yang dilakukan di sini memberikan pembelajaran yang sangat berharga," ungkapnya.
Menurut Prof. Zikri, keberhasilan Pemerintah Indonesia membangun hunian bagi masyarakat terdampak bencana patut diapresiasi. Namun, keberhasilan sesungguhnya akan tercapai apabila kawasan tersebut mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi warganya.
"Ini dapat menjadi studi tiru yang bisa kami bawa ke Malaysia. Tentu setiap negara memiliki budaya dan karakter yang berbeda, tetapi membangun ekonomi masyarakat adalah kepentingan bersama. Jika ekonomi Huntap terus berkembang, kawasan ini akan menjadi contoh pembelajaran internasional mengenai pembangunan ekonomi berkelanjutan pascabencana," katanya.
Editor : Ifan Jafar Siddik