Cegah Stroke Iskemik Sejak Dini, Kenali Peran Intervensi Vaskular untuk Menurunkan Risiko Kelumpuhan
Prosedur ini ditujukan bagi pasien yang mengalami penyempitan arteri karotis, yakni pembuluh darah utama yang memasok darah ke otak.
Pada tindakan ini, dokter memasukkan kateter menuju arteri karotis yang menyempit. Sebuah balon khusus kemudian dikembangkan untuk melebarkan pembuluh darah, dilanjutkan pemasangan stent atau tabung jaring logam agar pembuluh tetap terbuka.
Dengan aliran darah yang kembali optimal, risiko stroke dapat berkurang secara signifikan.
Mechanical thrombectomy merupakan tindakan darurat yang dilakukan pada pasien stroke iskemik akut akibat penyumbatan pembuluh darah besar di otak.
Melalui kateter, dokter menggunakan alat khusus untuk mengambil gumpalan darah yang menyumbat pembuluh. Tindakan ini memberikan hasil terbaik apabila dilakukan pada masa golden period, sehingga peluang pemulihan pasien meningkat dan risiko kecacatan permanen dapat ditekan.
Dibandingkan operasi bedah saraf konvensional, intervensi vaskular menawarkan sejumlah keunggulan, antara lain:
Tidak memerlukan sayatan besar karena hanya menggunakan luka tusukan kecil beberapa milimeter.
Risiko perdarahan lebih rendah dan meminimalkan kerusakan jaringan saraf di sekitar area tindakan.
Masa rawat inap lebih singkat dengan proses pemulihan yang lebih cepat sehingga pasien dapat kembali beraktivitas lebih dini.
Menurut dr. Tom, pemeriksaan pembuluh darah dan evaluasi risiko stroke sangat dianjurkan bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko tertentu, di antaranya:
Mengalami penyempitan arteri karotis lebih dari 60–70 persen berdasarkan hasil USG Doppler Karotis atau CT Angiografi.
Memiliki riwayat stroke ringan (TIA) maupun stroke iskemik berulang.
Penderita diabetes, hipertensi kronis, kolesterol tinggi, serta mengalami gejala gangguan aliran darah ke otak seperti pusing berputar, kelemahan pada satu sisi tubuh, hingga bicara mendadak pelo.
Editor : Ifan Jafar Siddik