Pinjol hingga Judi Online Mengintai Gen Z, Pegadaian Edukasi Mahasiswa soal Cara Kelola Keuangan
BOGOR, iNewsBogor.id – Fenomena pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online (judol) yang menyasar generasi muda menjadi perhatian PT Pegadaian. Perusahaan BUMN tersebut mendorong mahasiswa agar lebih bijak mengelola keuangan sekaligus memahami risiko berbagai produk finansial.
Upaya itu dilakukan melalui edukasi literasi keuangan bagi civitas akademika IPB University Dramaga, Bogor, Kamis (20/8/2026). Kegiatan tersebut digelar Pegadaian bersama Kompasiana, Vlow, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Senior Business to Business Pegadaian Kantor Cabang Bogor, M. Taufik Akbar, mengatakan mahasiswa, khususnya generasi Z, menjadi salah satu kelompok yang penting mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan.
Menurut Taufik, pemahaman finansial sejak dini diperlukan agar anak muda tidak mudah mengambil keputusan keuangan tanpa mempertimbangkan risiko.
"Kalangan muda saat ini banyak yang terjerat pinjol, dan jika sudah terjerat, sering kali lari ke judi online. Pinjol dan instrumen investasi yang salah bisa menjadi mata pisau ganda. Karena itu, Pegadaian hadir memberikan opsi keuangan yang aman," ujar Taufik.
Dalam kegiatan tersebut, Pegadaian juga memperkenalkan sejumlah alternatif layanan keuangan kepada mahasiswa, salah satunya layanan gadai.
Taufik menjelaskan, layanan gadai memungkinkan masyarakat memperoleh dana dengan menjaminkan aset tertentu sesuai ketentuan. Aset tersebut masih dapat ditebus kembali sesuai mekanisme yang berlaku.
Hal ini, menurutnya, menjadi salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan masyarakat ketika membutuhkan dana, dibandingkan mengambil pinjaman dari sumber yang tidak jelas legalitas maupun risikonya.
Selain pembiayaan, Pegadaian juga mendorong generasi muda mulai mengenal investasi sejak dini, termasuk investasi emas melalui aplikasi TRING.
Taufik mengatakan aplikasi TRING juga menyediakan sejumlah program promosi bagi pengguna, di antaranya voucher tabungan emas dan diskon cicilan emas.
Untuk voucher tabungan emas, misalnya, terdapat potongan harga pada setoran awal. Sementara program cicilan emas menawarkan potongan harga hingga Rp70.000 per gram dengan ketentuan dan minimal pembelian tertentu.
"Nah, untuk voucher tabungan emas ada potongan harga langsung untuk setoran awal, misalnya tabungan Rp100.000 cukup membayar Rp98.000. Sedangkan diskon cicilan emas terdapat potongan harga hingga Rp70.000 per gram untuk pembelian emas secara dicicil dengan batas minimal 5 gram," jelasnya.
Pegadaian juga terus mengembangkan ekosistem pembayaran dalam aplikasi TRING.
Taufik mengatakan, saat ini fasilitas pencairan telah terhubung dengan sejumlah perbankan, termasuk bank Himbara, BCA, dan Bank Permata.
"Saat ini fasilitas pencairan sudah terhubung dengan bank-bank Himbara, BCA, serta Bank Permata. Ke depannya, kami terus mengembangkan sistem agar layanan pencairan tidak hanya menjangkau seluruh bank nasional, tetapi juga bisa melayani berbagai ekosistem e-wallet," imbuhnya.
Menurutnya, pengembangan sistem tersebut masih terus dilakukan agar layanan digital Pegadaian dapat semakin mudah diakses oleh masyarakat, khususnya generasi muda.
Kegiatan edukasi di IPB University Dramaga menjadi penutup fase pertama rangkaian program literasi keuangan yang digelar Pegadaian bersama Kompasiana dan Vlow.
Sebelumnya, program serupa telah digelar di sejumlah kota, yakni Lampung, Palembang, dan Surabaya.
Melalui kegiatan tersebut, Pegadaian berharap mahasiswa tidak hanya memahami cara mengakses produk keuangan, tetapi juga mampu mengenali risiko pinjaman ilegal, investasi yang tidak tepat, serta aktivitas judi online.
Literasi keuangan dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda agar mampu mengambil keputusan finansial secara lebih rasional, aman, dan bertanggung jawab.
Editor : Ifan Jafar Siddik