get app
inews
Aa Text
Read Next : Terungkap, Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Kalimantan Sulit Padam

Karhutla Berulang, IPB University Siapkan Teknologi untuk Memantau Dampaknya ke Udara

Selasa, 01 September 2026 | 16:39 WIB
header img
Karhutla di Kalimantan hasil pantauan WebGIS berbasis satelit near-real time yang dikembangkan oleh LPPH IPB University. (Foto : Istimewa)

“Dengan mengintegrasikan data titik panas dan kondisi atmosfer, kita dapat menganalisis keterkaitan spasial dan temporal antara kejadian karhutla dengan perubahan kualitas udara,” ujarnya.

Kepala PPLH IPB University, Dr Yudi Setiawan, mengatakan karhutla yang terus berulang membutuhkan sistem pemantauan yang mampu memberikan gambaran lebih lengkap mengenai dampaknya.

Menurutnya, mengetahui lokasi kebakaran saja belum cukup. Perubahan kualitas udara dan pola kejadian dari waktu ke waktu juga perlu diperhatikan.

“Karena kejadian karhutla terus berulang, kita tidak cukup hanya mengetahui kondisi hari ini. Kita juga perlu memahami pola kejadiannya: di mana kebakaran berulang terjadi, kapan intensitasnya meningkat, dan bagaimana perubahan kualitas udara mengikuti kejadian tersebut,” kata Yudi.

Ia menambahkan, informasi time-series menjadi bagian penting untuk memahami hubungan antara kejadian karhutla dan perubahan kualitas udara. Luas wilayah Indonesia menjadi salah satu tantangan dalam pemantauan karhutla dan kualitas udara.

Editor : Furqon Munawar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut