get app
inews
Aa Text
Read Next : Karhutla Berulang, IPB University Siapkan Teknologi untuk Memantau Dampaknya ke Udara

Mengapa Puncak Bogor Terasa Makin Dingin Saat Musim Kemarau? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya

Sabtu, 05 September 2026 | 11:51 WIB
header img
Kawasan Puncak Bogor, potret dari ketinggian. (Foto : Istimewa)

Pada siang hari, minimnya tutupan awan membuat permukaan bumi menerima radiasi matahari lebih banyak sehingga mengalami pemanasan. Namun ketika matahari terbenam, permukaan bumi mulai melepaskan panas dalam bentuk radiasi gelombang panjang ke atmosfer dan angkasa.

“Udara yang lebih kering dan minim tutupan awan membuat permukaan bumi menerima lebih banyak radiasi matahari pada siang hari sehingga mengalami pemanasan cukup tinggi. Setelah matahari terbenam, permukaan bumi kemudian melepaskan panas dalam bentuk radiasi gelombang panjang ke atmosfer dan angkasa,” paparnya.

Saat langit relatif cerah dan kandungan uap air rendah, pelepasan panas tersebut berlangsung lebih efektif. Akibatnya, permukaan bumi kehilangan panas dengan lebih cepat.

“Akibatnya, permukaan Bumi kehilangan panas dengan cepat. Proses ini disebut pendinginan radiatif,” jelas Givo yang juga merupakan Sekretaris Program Studi Klimatologi Terapan IPB University.

Proses pendinginan radiatif inilah yang membuat perubahan suhu semakin terasa setelah matahari terbenam.

Editor : Furqon Munawar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut