get app
inews
Aa Text
Read Next : Karhutla Berulang, IPB University Siapkan Teknologi untuk Memantau Dampaknya ke Udara

Mengapa Puncak Bogor Terasa Makin Dingin Saat Musim Kemarau? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya

Sabtu, 05 September 2026 | 11:51 WIB
header img
Kawasan Puncak Bogor, potret dari ketinggian. (Foto : Istimewa)

Pada periode Monsun Australia, tekanan udara di Australia relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah Asia.Perbedaan tekanan tersebut kemudian menghasilkan pola aliran angin timuran hingga tenggara yang bergerak dari Australia menuju Indonesia.

Secara sederhana, aliran massa udara tersebut dapat digambarkan dari Australia angin timur/tenggara Indonesia Jawa Bogor.

“Monsun Australia berperan dalam pembentukan kondisi musim kemarau di Indonesia. Pada periode tersebut, tekanan udara di Australia relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah Asia. Perbedaan tekanan ini menghasilkan pola aliran angin timuran hingga tenggara yang bergerak dari Australia menuju Indonesia,” jelasnya.

Kondisi tersebut sejalan dengan penjelasan BMKG bahwa Monsun Australia dapat membawa massa udara kering dan mengurangi tutupan awan. BMKG juga menyebut fenomena angin Monsun Australia menjadi salah satu penyebab suhu dingin pada periode puncak musim kemarau, terutama Juli-Agustus.

Namun, menurut Givo, massa udara dari Australia bukan satu-satunya penyebab Puncak Bogor terasa dingin.Kondisi udara yang relatif kering, kelembapan yang lebih rendah, serta langit yang cenderung cerah juga berperan besar, terutama setelah matahari terbenam.

Editor : Furqon Munawar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut