Kaki Sering Bengkak dan Terasa Berat? Bisa Jadi Tanda Gangguan Pembuluh Darah
BOGOR, iNewsBogor.id – Kaki terasa berat, mudah bengkak, nyeri, hingga muncul pembuluh darah yang menonjol sering kali dianggap sebagai masalah ringan. Padahal, keluhan tersebut dapat berkaitan dengan gangguan aliran darah pada pembuluh vena yang dikenal sebagai chronic venous insufficiency (CVI) atau insufisiensi vena kronis.
CVI merupakan kondisi ketika pembuluh vena, terutama di tungkai, tidak mampu mengalirkan darah kembali menuju jantung secara optimal. Salah satu penyebabnya adalah gangguan fungsi katup vena yang membuat darah lebih mudah mengalir balik dan menumpuk di tungkai.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan di dalam vena. Jika berlangsung dalam waktu lama dan tidak ditangani sesuai penyebabnya, CVI dapat menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari pembengkakan hingga perubahan pada kulit dan munculnya luka pada tungkai.
Insufisiensi vena kronis dapat ditemukan pada sekitar 5–30 persen populasi dewasa dan risikonya meningkat seiring bertambahnya usia. Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko antara lain riwayat keluarga, kehamilan, berat badan berlebih, serta kebiasaan duduk atau berdiri dalam waktu lama.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi Peminatan Vaskular Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K), FIHA, mengatakan varises memang dapat menjadi salah satu tanda yang menyertai gangguan vena. Namun, keberadaan varises tidak otomatis berarti seseorang mengalami insufisiensi vena kronis.
“Yang perlu kita nilai bukan hanya tampilannya. Yang lebih penting adalah apakah ada gangguan aliran balik vena, apakah pasien punya keluhan, dan apakah sudah ada perubahan pada kulit,” kata dr. Emanoel.
Menurut dia, kondisi tersebut perlu dibedakan dari berbagai penyebab lain yang juga dapat menimbulkan pembengkakan tungkai. Gangguan jantung, ginjal, hati, sistem limfatik hingga trombosis vena dapat menimbulkan keluhan serupa sehingga pemeriksaan medis diperlukan untuk menentukan penyebabnya.
Keluhan CVI dapat berupa kaki terasa berat atau nyeri, pembengkakan yang semakin terasa setelah berdiri lama, rasa gatal, serta munculnya vena yang terlihat menonjol. Pada kondisi yang lebih lanjut, kulit dapat mengalami perubahan warna dan tekstur, bahkan muncul luka atau ulkus vena, terutama di sekitar pergelangan kaki.
“Tidak semua orang yang memiliki varises pasti mengalami CVI. Namun, jika varises dibiarkan dan kerusakan katup vena semakin parah, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi CVI, yang ditandai dengan kaki bengkak parah, nyeri kronis, perubahan warna kulit, hingga luka atau ulkus,” ujarnya.
Untuk memastikan adanya gangguan aliran vena, dokter biasanya melakukan penilaian berdasarkan keluhan pasien, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan ultrasonografi dupleks.
Pemeriksaan tersebut dapat membantu melihat kondisi pembuluh darah sekaligus menilai apakah terdapat aliran balik darah atau refluks pada vena. Hasil pemeriksaan menjadi salah satu pertimbangan dokter dalam menentukan penanganan yang sesuai.
Pada pasien tertentu, penanganan dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup dan terapi konservatif. Aktivitas fisik, pengendalian berat badan, mengangkat tungkai saat beristirahat, serta penggunaan terapi kompresi sesuai anjuran dokter dapat menjadi bagian dari penanganan.
Sementara itu, tindakan pada vena dipertimbangkan berdasarkan kondisi dan indikasi masing-masing pasien. Artinya, tidak semua penderita varises atau keluhan kaki bengkak membutuhkan prosedur invasif.
Salah satu prosedur yang dapat dipertimbangkan pada pasien dengan gangguan vena tertentu adalah Endovenous Laser Ablation (EVLA).
Prosedur ini menggunakan energi panas dari laser yang disalurkan melalui serat khusus ke dalam vena yang mengalami refluks. Pelaksanaannya dilakukan dengan panduan ultrasonografi untuk membantu memastikan lokasi vena yang menjadi sumber masalah.
Tujuan EVLA adalah menutup vena superfisial yang mengalami refluks sehingga aliran darah dapat dialihkan melalui jaringan vena lain yang masih berfungsi dengan baik.
“EVLA bukan tindakan kosmetik semata dan tidak diberikan hanya berdasarkan adanya vena yang terlihat menonjol,” jelas dr. Emanoel.
Ia menambahkan, pemilihan prosedur tetap harus didasarkan pada hasil pemeriksaan dan kondisi klinis pasien. Manfaat, risiko, serta alternatif penanganan perlu dibahas bersama dokter sebelum tindakan dilakukan.
Selain mendapatkan penanganan sesuai indikasi, menjaga berat badan, tetap aktif bergerak, dan menghindari kebiasaan duduk atau berdiri terlalu lama juga penting untuk membantu menjaga kesehatan vena.
Momentum World Heart Day, Kesehatan Pembuluh Darah Tak Boleh Diabaikan
Hospital Director Siloam Hospitals TB Simatupang, Dr. Dewi Wiguna, M.Sc, mengatakan perhatian terhadap kesehatan jantung seharusnya juga mencakup kondisi pembuluh darah yang berperan dalam sistem sirkulasi tubuh.
Hal tersebut dinilai relevan menjelang peringatan World Heart Day yang diperingati setiap 29 September.
“Kesehatan jantung tidak hanya berkaitan dengan jantung itu sendiri, tetapi juga dengan pembuluh darah yang berperan penting dalam menjaga kelancaran aliran darah ke seluruh tubuh,” ujar Dewi.
Dia mengatakan, edukasi mengenai gangguan pembuluh darah perlu terus diperluas agar masyarakat tidak mengabaikan keluhan yang muncul pada tungkai.
Sementara itu, Executive Director Siloam Hospitals TB Simatupang, Mada Shinta Dewi, menilai keluhan seperti kaki terasa berat, bengkak, perubahan kulit, maupun luka yang sulit sembuh perlu mendapat perhatian.
“Harapannya, masyarakat tahu kapan perlu memeriksakan diri dan mendapat penanganan yang sesuai,” katanya.
Siloam Hospitals TB Simatupang menyebut layanan kardiovaskular yang dimiliki mencakup pemeriksaan, terapi, dan pemantauan pasien dengan gangguan jantung maupun pembuluh darah.
Namun, penggunaan teknologi medis tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan klinis setiap pasien. Pemeriksaan dan tindakan tidak semata-mata ditentukan karena teknologi tersedia, melainkan berdasarkan indikasi medis dan hasil evaluasi dokter.
Karena itu, masyarakat yang mengalami keluhan pada tungkai secara berulang atau menetap disarankan tidak langsung menyimpulkan penyebabnya sebagai varises. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan apakah keluhan berkaitan dengan insufisiensi vena kronis atau kondisi lain yang membutuhkan penanganan berbeda.
Editor: Ifan Jafar Siddik