Megamendung Berbenah: Dari Konflik Agraria ke Destinasi Ekowisata Ramah Lingkungan

Furqon Munawar
Panorama alam kawasan Puncak, Megamendung, Kabupaten Bogor mendorong geliat ekowisata ramah lingkungan berbasis masyarakat. (Foto : IST/Furqon)

Warga: Pembangunan Ekowisata Jangan Dihentikan

Di sisi lain, sejumlah warga yang menggantungkan hidup dari sektor ekowisata berharap tidak ada kebijakan sepihak yang justru menghentikan pembangunan. Atang (70), warga Desa Sukagalih, yang bekerja sebagai gardener di kawasan EAL sejak 2019, mengaku sedih karena tempat kerjanya disegel.

“Saya ikut menghijaukan lahan tandus jadi hutan lagi. Tapi kini saya dan anak-anak saya dirumahkan. Tolong pemerintah bijak melihat ini,” ujarnya lirih.

Kini, Megamendung bukan lagi sekadar tempat persinggahan menuju Puncak. Perlahan, kawasan ini menjelma menjadi simbol harapan bahwa rekonsiliasi antara manusia dan alam bisa terwujud, asal ada kemauan dan kolaborasi yang kuat.

Editor : Furqon Munawar

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network