Dalam forum Musdes tersebut, Kepala Desa juga memaparkan perubahan anggaran desa, khususnya terkait bantuan keuangan (Bankeu) APBDes yang semula sebesar Rp1 miliar, mengalami perubahan menjadi Rp1,5 miliar.
Adapun alokasi anggaran perubahan tersebut mencakup kegiatan infrastruktur dan non-infrastruktur. Untuk sektor infrastruktur, anggaran sebesar Rp900 juta dialokasikan untuk kegiatan betonisasi Jalan Desa Kampung Dungusbiuk–Kampung Cisampih dengan volume pekerjaan sepanjang 840 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 15 sentimeter.
Sementara itu, pada sektor non-infrastruktur, sejumlah program yang dipaparkan antara lain:
Dukungan program ketenagakerjaan bagi pekerja rentan untuk 250 orang sebesar Rp50,4 juta
Program Desa Siaga TBC sebesar Rp170,34 juta
Program 1 Sarjana 1 Desa sebesar Rp10 juta per semester
Pengelolaan sampah skala desa sebesar Rp210,844 juta
Program gerakan pangan murah sebesar Rp22,416 juta
Pemberdayaan lembaga kemasyarakatan desa sebesar Rp30 juta
Digitalisasi data desa sebesar Rp36 juta
Selain itu, Musdes juga membahas skema prioritas penggunaan Dana Desa, di antaranya untuk program KDMP, Bantuan Langsung Tunai (BLT) maksimal 15 persen, ketahanan pangan 20 persen, penanganan stunting melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta operasional Dana Desa sebesar 3 persen.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
