“Ketika kita dibanjiri barang impor, maka kita harus bertumpu pada kekuatan sendiri, salah satunya dengan meningkatkan produktivitas nasional untuk berbagai komoditas, baik pangan maupun hortikultura,” katanya.
Dalam panen perdana tersebut, IPB memperkenalkan tiga varietas anggur introduksi yang telah terbukti mampu beradaptasi dengan baik di iklim tropis Indonesia.Ketiga varietas tersebut adalah Ilaria, Jupiter, dan Gozv.
Varietas Ilaria memiliki warna hijau dengan rasa manis ketika mencapai tingkat kematangan optimal. Sementara Jupiter berwarna kemerahan dengan kadar gula tinggi dan menjadi favorit konsumen karena tidak memiliki biji. Adapun varietas Gozv memiliki warna lebih gelap dengan karakter rasa manis dan tekstur renyah atau crunchy.
Menariknya, di negara asalnya tanaman anggur biasanya hanya berbuah sekali setelah musim dingin. Namun dalam kondisi iklim tropis Indonesia, tanaman tersebut berpotensi dipanen hingga dua kali dalam setahun.
Tanaman anggur yang dipanen di ATP IPB saat ini berumur sekitar sembilan bulan. Tanaman mulai dibungakan pada usia enam bulan sehingga panen perdana dilakukan setelah sekitar tiga bulan masa generatif.
Editor : Furqon Munawar
Artikel Terkait
