Empat Langkah Antisipasi
Dalam analisisnya, Hakam mengusulkan sejumlah langkah strategis yang dapat ditempuh pemerintah jika konflik berkepanjangan dan harga minyak terus meningkat.
Langkah pertama adalah melakukan efisiensi anggaran negara secara signifikan. Belanja pemerintah perlu difokuskan pada sektor yang langsung berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, pangan, energi, serta infrastruktur dasar.
Langkah kedua adalah mempercepat konversi energi dari bahan bakar minyak ke energi baru dan terbarukan. Pengembangan energi seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), tenaga air (PLTA), dan tenaga angin (PLTB) dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak.
Selain itu, penggunaan kendaraan listrik juga perlu diperluas melalui pemberian insentif fiskal dan pembangunan infrastruktur pendukung seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Langkah ketiga adalah mendorong stimulus ekonomi melalui deregulasi dan debirokratisasi guna menjaga daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Penyederhanaan aturan dinilai penting agar dunia usaha, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetap mampu berkembang.
“Dalam setiap krisis selalu ada peluang untuk bangkit. Penguatan ekonomi domestik harus menjadi prioritas,” kata Hakam.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
