Persoalan berikutnya disebut muncul dalam pengadaan proyek BIG tahun 2025 yang menggunakan pembiayaan pinjaman Bank Dunia melalui Bappenas.
Berbeda dengan proyek 2024, dalam pengadaan berikutnya Nugie disebut tidak lagi menggandeng Intermap Technologies. Dia justru dikabarkan menjalin kerja sama dengan PT Shaanxi Tirain Science & Technology Co. Ltd, perusahaan asal China.
Keterlibatan Tirain menjadi sorotan karena rekam jejak dan pengalaman perusahaan tersebut dalam mengerjakan proyek pemetaan sejenis dipertanyakan.
Namun, proses evaluasi teknis terhadap perusahaan tersebut memunculkan tanda tanya. Tirain dikabarkan memperoleh nilai evaluasi tinggi, bahkan disebut mampu mengungguli Intermap yang memiliki pengalaman dalam pekerjaan pemetaan dengan teknologi sejenis.
Dalam proses pengadaan proyek pemetaan nasional, empat perusahaan asal China disebut masuk dalam daftar kandidat, yakni PT KQ Geo Technologies Co. Ltd, PT Shaanxi Tirain Science & Technology Co. Ltd, dan PT Beijing ZKYS Remote Sensing Information Technology Co. Ltd.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah Shaanxi Tirain. Perusahaan tersebut diduga belum memiliki pengalaman dalam proyek sejenis, tetapi memperoleh penilaian tinggi dalam evaluasi teknis.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai dasar penilaian serta transparansi proses evaluasi pengadaan.
Dominasi perusahaan asing dalam sejumlah lot pekerjaan, baik wilayah perkotaan (urban) maupun nonperkotaan (non-urban), juga menimbulkan kekhawatiran mengenai daya saing industri geospasial nasional.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
