Danantara Dinilai Bisa Jadi Alternatif Pembiayaan
Bambang Patijaya menilai pemerintah perlu mengevaluasi kembali rencana proyek BIG 2026 senilai Rp4,2 triliun yang menggunakan pembiayaan pinjaman Bank Dunia.
Menurutnya, Indonesia memiliki alternatif pembiayaan melalui Danantara untuk mendorong keterlibatan perusahaan nasional.
Dia meminta pemerintah tidak mengabaikan kemampuan tenaga ahli dan industri geospasial dalam negeri yang dinilai memiliki kapasitas untuk mengerjakan proyek strategis tersebut.
Penggunaan anggaran negara maupun pembiayaan luar negeri, kata dia, harus memberikan manfaat bagi kepentingan nasional, termasuk memperkuat industri teknologi dan pemetaan domestik.
"Kami minta Presiden Prabowo membatalkan proyek BIG karena menggunakan dana pinjaman dari World Bank, sedangkan Indonesia punya uang untuk mendanai lewat Danantara agar misi proyek BIG bisa dikerjakan anak bangsa yang sebenarnya telah sangat mampu untuk itu," pungkasnya
Sementara itu hingga berita ini diturunkan Pimpinan PT Pratama Persada Airborne Nugie Nugraha Indra Kusuma ketika dikonfirmasi lewat ponselnya belum menjawab. Pesan WhatsApp iNews.id yang dilayangkan juga belum dibalas.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
