Pakar Gizi IPB University Ingatkan Batas Konsumsi Gula Harian Anak dan Remaja
Selain keluarga dan sekolah, ia melanjutkan, masyarakat juga perlu meningkatkan literasi gizi dengan membiasakan membaca label kemasan.
“Banyak orang belum memahami bahwa keterangan gizi di label sering ditulis per sajian, bukan per kemasan. Jadi harus teliti agar tidak salah menghitung,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menganjurkan konsumsi sayur, buah, dan makanan bergizi seimbang sebagai alternatif pengganti makanan manis berlebih. “Gula memang dibutuhkan tubuh, tetapi secukupnya. Diversifikasi makanan dengan perbanyak sayur dan buah sangat baik untuk menjaga kesehatan sejak dini,” pesannya.
Prof Hardinsyah juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengingat prinsip GGL (Gula, Garam, Lemak) yang dibatasi sesuai anjuran kesehatan. “Mari biasakan hidup sehat dengan mengendalikan konsumsi gula, karena pola makan baik dimulai dari rumah dan lingkungan terdekat,” tuturnya.
Editor : Furqon Munawar