Orasi Aman-Makmur Bupati Dikritik, Nyatanya Sejumlah Proyek 2025 Terancam Gagal Bayar
“Keamanan itu bukan hanya soal barisan ormas yang rapi dan seruan ketertiban. Keamanan juga soal kepastian hukum, kepastian bayar, dan kepastian bahwa negara tidak ingkar janji,” tegasnya.
Rizwan juga menyinggung peran Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rohmat Jatnika, yang disebutnya tengah bekerja keras mengatasi persoalan kas kosong tersebut. Ia mengibaratkan kondisi Pemkab Bogor saat ini seperti kapal yang tampak tenang dari luar, tetapi bermasalah di bagian dalam.
“Sekda sibuk memadamkan api kas kosong, sementara di atas panggung kita disuguhi narasi Bogor yang adil dan makmur. Ini seperti mengatakan kapal aman, padahal ruang mesinnya sudah kemasukan air,” sindirnya.
Lebih lanjut, NGO KBB memperingatkan bahwa jika persoalan ini terus berlarut, justru berpotensi memicu keresahan sosial yang nyata di tengah masyarakat.
“Kalau kontraktor kecil menjerit, pekerja harian tak digaji, dan proyek mangkrak karena negara telat bayar, itu justru menciptakan keresahan sosial. Jadi, siapa sebenarnya yang sedang dijaga keamanannya?” ucap Rizwan.
Di akhir pernyataannya, ia mendesak Pemkab Bogor agar bersikap transparan mengenai kondisi keuangan daerah serta segera menghadirkan solusi konkret.
“Bogor yang aman dan makmur tidak lahir dari instruksi, tapi dari tanggung jawab. Bukan dari mikrofon, melainkan dari komitmen yang dibayar lunas,” pungkasnya.
Editor : Suriya Mohamad Said