Memahami Fiqih Ramadhan, Panduan Ibadah agar Puasa Lebih Bermakna
Kamis, 12 Februari 2026 | 17:47 WIB
Nabi Muhammad SAW menegaskan nilai spiritual puasa:
“Puasa adalah perisai. Jika salah seorang di antara kalian berpuasa, maka jangan berkata kotor dan jangan berbuat bodoh.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa esensi puasa adalah pengendalian diri dan perbaikan akhlak.
Dengan memahami fiqih Ramadhan berdasarkan Al-Qur’an dan hadis sahih, umat Islam diharapkan mampu menjalankan ibadah puasa secara benar, khusyuk, dan penuh makna, sehingga tujuan akhir Ramadhan—menjadi pribadi bertakwa—dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari.
Editor : Ifan Jafar Siddik