Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Di Tengah Tantangan Ekonomi, Laba Perusahaan Diklaim Naik 60 Persen
Advertisement . Scroll to see content

Perang AS–Israel vs Iran Picu Lonjakan Harga Minyak, Ekonom Ingatkan Risiko Tekanan Berat pada APBN

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:06 WIB
  • author Ifan Jafar Siddik
Perang AS–Israel vs Iran Picu Lonjakan Harga Minyak, Ekonom Ingatkan Risiko Tekanan Berat pada APBN
Eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi mengganggu jalur strategis ini dan memicu lonjakan harga minyak dunia. Foto: Ilustrasi/ Istimewa

Empat Langkah Antisipasi

Dalam analisisnya, Hakam mengusulkan sejumlah langkah strategis yang dapat ditempuh pemerintah jika konflik berkepanjangan dan harga minyak terus meningkat.

Langkah pertama adalah melakukan efisiensi anggaran negara secara signifikan. Belanja pemerintah perlu difokuskan pada sektor yang langsung berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, pangan, energi, serta infrastruktur dasar.

Langkah kedua adalah mempercepat konversi energi dari bahan bakar minyak ke energi baru dan terbarukan. Pengembangan energi seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), tenaga air (PLTA), dan tenaga angin (PLTB) dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak.

Selain itu, penggunaan kendaraan listrik juga perlu diperluas melalui pemberian insentif fiskal dan pembangunan infrastruktur pendukung seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Langkah ketiga adalah mendorong stimulus ekonomi melalui deregulasi dan debirokratisasi guna menjaga daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Penyederhanaan aturan dinilai penting agar dunia usaha, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetap mampu berkembang.

“Dalam setiap krisis selalu ada peluang untuk bangkit. Penguatan ekonomi domestik harus menjadi prioritas,” kata Hakam.

Editor: Ifan Jafar Siddik

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut