Pemkot Bogor Dampingi 88 UMKM Naik Kelas, Bidik Pasar Global dan Perkuat Digitalisasi
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Moch. Danny Fulton, menekankan pentingnya membangun jejaring usaha sebagai salah satu kunci pertumbuhan UMKM.
Menurutnya, pelaku usaha tidak cukup hanya memiliki produk yang baik, tetapi juga harus aktif membangun kolaborasi dan memperluas jaringan bisnis.
“Penting membangun network sesama UMKM dan juga dengan Allah, jangan lupa sedekah,” ujar Danny.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para pendamping UMKM yang tetap aktif membantu pelaku usaha berkembang meskipun memiliki keterbatasan fasilitas dan dukungan operasional.
Danny secara khusus menyebut peran koordinator dan coach pendamping yang terlibat dalam program ini, yakni Natali, Rosalina Anggraeni, dan Abu Ubaidah. Menurutnya, keberadaan para pendamping memiliki kontribusi besar dalam memperkuat koneksi bisnis serta memberikan pendampingan langsung kepada pelaku usaha di lapangan.
“Para koordinator dan pendamping walaupun gajinya kecil tetapi mereka mau bekerja membangun UMKM karena bisa membangun jaringan juga. Di Kota Bogor ada Natali, Abu Ubaidah, dan Rosalina Anggraeni,” katanya.
Danny menilai para peserta yang lolos dalam program UMKM Naik Kelas 2026 harus memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal karena tidak semua pelaku usaha memperoleh akses pembinaan intensif dari pemerintah.
“UMKM harus bangga gabung ke program ini karena didampingi untuk bertumbuh,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyoroti pentingnya peningkatan kualitas produk UMKM, terutama pada sektor makanan dan minuman yang kini menghadapi perubahan tren konsumsi masyarakat.
Menurut Dedie, konsumen saat ini semakin memperhatikan aspek kesehatan, termasuk memilih produk dengan kandungan gula yang lebih rendah. Kondisi tersebut harus menjadi perhatian pelaku usaha agar mampu mengikuti kebutuhan pasar.
Editor : Ifan Jafar Siddik