Pelajar Bogor Diajak Rancang Helm Berbasis AI, Dorong Kesadaran Keselamatan Berkendara
Yamakawa mengatakan program tersebut berangkat dari kekhawatiran terhadap keselamatan anak muda saat menggunakan kendaraan roda dua.
Ia menyebut jenjang SMP dipilih karena menjadi salah satu fase ketika aktivitas anak mulai semakin luas, sementara penggunaan sepeda motor sebagai sarana mobilitas juga cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Ketika kami berbicara dengan guru dan orang tua siswa SMP, mereka menyatakan kekhawatiran bahwa siswa tidak mengenakan helm selama perjalanan mereka,” katanya.
Menurut Yamakawa, helm merupakan perlengkapan penting dalam berkendara karena dapat mengurangi risiko cedera serius ketika terjadi kecelakaan.
Namun, penggunaan helm menurutnya tidak cukup hanya didorong melalui aturan. Kesadaran untuk mengenakannya juga perlu dibangun sejak usia sekolah.
Karena itu, pendekatan yang digunakan dalam program tersebut menggabungkan edukasi keselamatan dengan kreativitas. Pelajar tidak hanya diberikan pemahaman mengenai pentingnya helm, tetapi juga diajak menciptakan desain yang mereka sukai.
Editor: Ifan Jafar Siddik