Kedaulatan Data RI Dipertaruhkan, Presiden Prabowo Diminta Hentikan Proyek BIG Rp4,2 Triliun
Persoalan berikutnya berkaitan dengan kualitas hasil pekerjaan pemetaan tahun 2024.
Hingga kini, hasil pemetaan tersebut disebut belum dipublikasikan oleh BIG. Sejumlah pihak yang diklaim pernah melihat hasil pekerjaan itu menyebutkan terdapat persoalan atau kerusakan pada data peta, yang diduga berkaitan dengan kesalahan dalam proses akuisisi.
Informasi tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis secara menyeluruh.
BIG didesak melakukan audit kualitas terhadap seluruh hasil pekerjaan PT Pratama Persada Airborne. Audit juga diperlukan untuk memastikan kesesuaian hasil pekerjaan dengan spesifikasi teknis dan standar yang ditetapkan dalam kontrak.
Selain kualitas produk, pemeriksaan perlu mencakup proses akuisisi, pengolahan data, pembayaran pekerjaan, serta denda keterlambatan yang dikenakan kepada pelaksana.
Pasalnya, informasi yang beredar menyebutkan proyek tersebut bernilai sekitar 20 juta dolar AS, sementara hasil pemetaannya diduga mengalami kerusakan. Meski demikian, nilai kontrak, realisasi pembayaran, dan kualitas hasil pekerjaan perlu dikonfirmasi secara resmi kepada BIG.
Bambang Patijaya juga menyoroti dugaan keterlibatan PT Pratama Persada Airborne dalam proyek strategis tersebut.
Dia mempertanyakan jaminan keamanan data mentah hasil pemotretan udara agar tidak disalin, dikirim, atau dimanfaatkan pihak asing tanpa pengawasan pemerintah Indonesia.
"Publik bertanya dengan keras, apa jaminan data mentah hasil pemotretan udara itu tidak disalin, tidak dikirim ke luar negeri, dan tidak dimanfaatkan oleh pihak asing?" tandasnya.
Editor: Suriya Mohamad Said