Kehadiran Jenal dalam kegiatan Pekan Panutan Pajak juga dimaksudkan untuk memberikan contoh kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bogor agar taat dalam memenuhi kewajiban pajak.
Ia menegaskan bahwa pejabat publik harus menjadi teladan bagi masyarakat dalam hal kepatuhan membayar pajak.
“Pejabat publik harus menjadi contoh pertama dalam ketaatan membayar pajak sebelum mengajak masyarakat luas,” tegasnya.
Selain menyinggung kondisi kesehatannya, Jenal juga menyampaikan gagasan terkait percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan rusak di Kota Bogor.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan anggaran rutin jika ingin bergerak cepat. Salah satu alternatif yang bisa dimanfaatkan adalah dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan.
“Apa yang saya bicarakan ini spontanitas. Kita bisa mengambil dari dana CSR dinas yang disumbangkan untuk pengaspalan jalan rusak. Tinggal kita mau atau tidak mengeksekusinya,” ujarnya.
Jenal menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dapat menjadi solusi untuk mempercepat pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Sebagai warga, saya merasakan bahwa kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas. Kepentingan orang banyak tentu lebih penting daripada kepentingan pribadi,” pungkasnya.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
