Panen Perdana Anggur Tropis di Bogor, IPB University Kembangkan Varietas Ilaria hingga Gozv

Furqon Munawar
Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet didampingi jajaran saat melakukan panen perdana anggur di kawasan Agribusiness and Technology Park IPB di Kabupaten Bogor. (Foto : iNewsBogor.id/FM)

BOGOR, iNewsBogor.id IPB University berhasil mengembangkan anggur tropis yang mampu tumbuh dan berproduksi dengan baik di Indonesia. Keberhasilan tersebut ditandai dengan panen perdana anggur di kawasan Agribusiness and Technology Park IPB di Kabupaten Bogor.

Panen perdana ini menjadi bagian dari riset pengembangan buah lokal yang dilakukan IPB untuk mendukung peningkatan produksi hortikultura nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor buah.

Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet mengatakan bahwa pengembangan anggur tropis merupakan salah satu upaya memperkuat kemandirian pangan dan buah nasional melalui riset dan inovasi budidaya.

“Panen anggur ini merupakan bagian dari riset yang kita kembangkan di IPB untuk mendukung program buah secara nasional, terutama untuk komoditas yang selama ini masih banyak diimpor,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia perlu memperkuat produksi dalam negeri agar tidak terlalu bergantung pada buah impor. Salah satu caranya dengan meningkatkan produktivitas berbagai komoditas pertanian melalui riset varietas unggul dan inovasi budidaya.

“Ketika kita dibanjiri barang impor, maka kita harus bertumpu pada kekuatan sendiri, salah satunya dengan meningkatkan produktivitas nasional untuk berbagai komoditas, baik pangan maupun hortikultura,” katanya.

Dalam panen perdana tersebut, IPB memperkenalkan tiga varietas anggur introduksi yang telah terbukti mampu beradaptasi dengan baik di iklim tropis Indonesia.Ketiga varietas tersebut adalah Ilaria, Jupiter, dan Gozv.

Varietas Ilaria memiliki warna hijau dengan rasa manis ketika mencapai tingkat kematangan optimal. Sementara Jupiter berwarna kemerahan dengan kadar gula tinggi dan menjadi favorit konsumen karena tidak memiliki biji. Adapun varietas Gozv memiliki warna lebih gelap dengan karakter rasa manis dan tekstur renyah atau crunchy.

Menariknya, di negara asalnya tanaman anggur biasanya hanya berbuah sekali setelah musim dingin. Namun dalam kondisi iklim tropis Indonesia, tanaman tersebut berpotensi dipanen hingga dua kali dalam setahun.

Tanaman anggur yang dipanen di ATP IPB saat ini berumur sekitar sembilan bulan. Tanaman mulai dibungakan pada usia enam bulan sehingga panen perdana dilakukan setelah sekitar tiga bulan masa generatif.

Dalam kondisi produksi normal, satu pohon anggur ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 7 hingga 8 kilogram buah. Namun pada panen perdana ini, produksi masih sekitar 3 kilogram per pohon karena tanaman belum memasuki masa produksi optimal.

Pengembangan kebun anggur ini juga menjadi bagian dari penelitian mahasiswa di IPB University. Saat ini riset tersebut melibatkan mahasiswa program sarjana hingga pascasarjana yang mempelajari teknik budidaya anggur tropis.

Selain sebagai sarana penelitian, kebun anggur di ATP IPB juga diharapkan menjadi pusat edukasi dan inovasi hortikultura serta rujukan bagi petani dan komunitas penggiat anggur di berbagai daerah di Indonesia.

Dengan keberhasilan panen perdana ini, pengembangan anggur tropis lokal diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi di Indonesia.

Editor : Furqon Munawar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network