Tangga Viral di Puncak Ternyata Menuju Vila Riung Gunung, Jejak Sejarah Era Soekarno

Ifan Jafar Sidik
Tangga menuju Vila Riung Gunung di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, yang kembali viral di media sosial. Di balik tangga tersebut tersimpan jejak sejarah sejak era Soekarno. Foto: iNewsBogor.id/ X

Riung Gunung Coffee House, Tempat Singgah di Jalur Puncak

Bayangkan perjalanan Jakarta–Bandung pada era 1960-an.

Setelah melewati jalan berkelok di kawasan Puncak, pengendara akan menemukan kawasan Riung Gunung. Dari tepi jalan, sebuah tangga panjang membawa pengunjung menuju bangunan yang berada di tengah suasana hijau pegunungan.

Di tempat itulah Riung Gunung Coffee House berada.

Pengunjung dapat beristirahat, menikmati kopi, sekaligus menikmati panorama Puncak yang kala itu masih jauh lebih sepi dibandingkan sekarang.

Kesan mengenai tempat tersebut masih tersimpan dalam ingatan Kuki Nasution, warga Bogor yang pernah mengunjungi Riung Gunung pada dekade 1960-an.

“Iya, saya pernah mengunjungi Riung Gunung. Karena saya orang Bogor, jaraknya ke Puncak tidak terlalu jauh. Pada waktu itu belum banyak kafe atau restoran yang bagus, jadi saya suka banget suasananya. Enak banget.”

Kuki juga mengingat suasana interior tempat tersebut yang menurutnya sudah memiliki konsep seperti restoran modern.

“Banyak tanaman di dalam restorannya. Penataannya bahkan sudah terasa seperti restoran masa kini, homey, cozy, dan hangat.”

Pernah Dikunjungi Tokoh Negara

Riung Gunung Coffee House rupanya bukan sekadar tempat menikmati kopi.

Sejumlah arsip sejarah juga mencatat keberadaan tempat tersebut dalam rangkaian kegiatan dan kunjungan resmi kenegaraan.

Pada Januari 1964, dokumen yang tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mencatat kunjungan Pangeran Norodom Sihanouk dari Kamboja bersama istrinya ke Riung Gunung bersama Soekarno.

Pada tahun yang sama, dokumentasi lain juga merekam kegiatan rehat kopi di tempat tersebut yang berkaitan dengan rangkaian persiapan Konferensi Asia-Afrika II.

Riung Gunung kembali tercatat dalam sejarah kunjungan kenegaraan tiga tahun kemudian.

Pada Oktober 1967, Perdana Menteri Jepang Eisaku Sato bersama istrinya mengunjungi tempat tersebut dalam rangkaian kunjungan ke Indonesia.

Catatan-catatan tersebut menunjukkan bahwa Riung Gunung pernah menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan dan aktivitas elite pemerintahan pada masa itu.

Memasuki awal dekade 1970-an, fungsi Riung Gunung berubah.

Tempat yang sebelumnya dikenal sebagai coffee house kemudian lebih banyak digunakan sebagai vila privat dengan akses terbatas.

Perubahan fungsi itu membuat Riung Gunung perlahan menjauh dari aktivitas publik. Bangunan yang sebelumnya menjadi tempat persinggahan dan pertemuan semakin tertutup dari akses masyarakat.

Dari jalan raya, yang tersisa bagi pengguna jalan hanyalah pemandangan tangga panjang yang menanjak ke balik pepohonan.

Kondisi tersebut kemudian membuat keberadaan Vila Riung Gunung seolah menjadi misteri tersendiri bagi masyarakat yang setiap hari melintasi jalur Puncak.

Editor : Ifan Jafar Siddik

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network