EIGER Nature sendiri dikembangkan sebagai bagian dari perjalanan EIGER yang selama hampir empat dekade tumbuh dari kecintaan terhadap alam dan aktivitas petualangan.
Melalui EIGER Nature, semangat tersebut diterjemahkan ke dalam ruang yang mempertemukan pengalaman pengunjung dengan upaya memberikan kontribusi terhadap alam, budaya, dan masyarakat.
Dalam pengembangannya, EIGER Nature juga berkolaborasi dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), khususnya dalam mendukung konservasi, edukasi lingkungan, serta pemanfaatan kawasan secara bertanggung jawab.
Sementara itu, CEO WWF-Indonesia Aditya Bayunanda menilai kunjungan tersebut memberikan kesempatan bagi WWF untuk melihat secara langsung pendekatan yang tengah dikembangkan EIGER Nature.
“Hal menarik dari EIGER Nature adalah bagaimana sektor swasta bisa berusaha sambil ikut mengambil peran dalam menjaga alam, sambil tetap memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Aditya.
Dia menyebut model kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, masyarakat lokal, dan organisasi konservasi berpotensi mendukung upaya konservasi, termasuk dalam pengembangan sumber pembiayaan yang berkelanjutan bagi kawasan konservasi.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
