Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Peringati World Digestive Day 2026, Siloam Hospitals Bogor Edukasi Masyarakat tentang Bahaya GERD
Advertisement . Scroll to see content

Kaki Sering Bengkak dan Terasa Berat? Bisa Jadi Tanda Gangguan Pembuluh Darah

Jum'at, 11 September 2026 | 16:02 WIB
  • author Ifan Jafar Sidik
Kaki Sering Bengkak dan Terasa Berat? Bisa Jadi Tanda Gangguan Pembuluh Darah
Paparan mengenai chronic venous insufficiency (CVI) dan pilihan penanganan EVLA disampaikan dr. Emanoel Oepangat dalam kegiatan edukasi kesehatan. Foto: iNewsBogor.id

Untuk memastikan adanya gangguan aliran vena, dokter biasanya melakukan penilaian berdasarkan keluhan pasien, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan ultrasonografi dupleks.

Pemeriksaan tersebut dapat membantu melihat kondisi pembuluh darah sekaligus menilai apakah terdapat aliran balik darah atau refluks pada vena. Hasil pemeriksaan menjadi salah satu pertimbangan dokter dalam menentukan penanganan yang sesuai.

Pada pasien tertentu, penanganan dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup dan terapi konservatif. Aktivitas fisik, pengendalian berat badan, mengangkat tungkai saat beristirahat, serta penggunaan terapi kompresi sesuai anjuran dokter dapat menjadi bagian dari penanganan.

Sementara itu, tindakan pada vena dipertimbangkan berdasarkan kondisi dan indikasi masing-masing pasien. Artinya, tidak semua penderita varises atau keluhan kaki bengkak membutuhkan prosedur invasif.

Salah satu prosedur yang dapat dipertimbangkan pada pasien dengan gangguan vena tertentu adalah Endovenous Laser Ablation (EVLA).

Prosedur ini menggunakan energi panas dari laser yang disalurkan melalui serat khusus ke dalam vena yang mengalami refluks. Pelaksanaannya dilakukan dengan panduan ultrasonografi untuk membantu memastikan lokasi vena yang menjadi sumber masalah.

Tujuan EVLA adalah menutup vena superfisial yang mengalami refluks sehingga aliran darah dapat dialihkan melalui jaringan vena lain yang masih berfungsi dengan baik.

“EVLA bukan tindakan kosmetik semata dan tidak diberikan hanya berdasarkan adanya vena yang terlihat menonjol,” jelas dr. Emanoel.

Ia menambahkan, pemilihan prosedur tetap harus didasarkan pada hasil pemeriksaan dan kondisi klinis pasien. Manfaat, risiko, serta alternatif penanganan perlu dibahas bersama dokter sebelum tindakan dilakukan.

Selain mendapatkan penanganan sesuai indikasi, menjaga berat badan, tetap aktif bergerak, dan menghindari kebiasaan duduk atau berdiri terlalu lama juga penting untuk membantu menjaga kesehatan vena.

Editor: Ifan Jafar Siddik

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut