“Tanaman kelapa sawit tidak boros air. Laju transpirasinya setara dengan tanaman lain,” jelasnya.
Selain itu, respons hidrologi daerah tangkapan air (DTA) yang didominasi sawit juga tidak menunjukkan kondisi lebih buruk dibandingkan wilayah yang didominasi tanaman karet.
"Tidak tepat jika sawit dijadikan kambing hitam. Banjir lebih dipengaruhi oleh degradasi lingkungan secara luas, termasuk deforestasi dan perubahan tata guna lahan.” tegasnya.
Hendrayanto menekankan, banjir dan tanah longsor lebih banyak dipicu oleh degradasi ekosistem, perubahan tata guna lahan, serta anomali iklim.
"Data kami menunjukkan tidak demikian. Secara ilmiah, konsumsi air sawit sebanding dengan tanaman lain. Jadi persepsi itu perlu diluruskan.” tandasnya.
Editor : Furqon Munawar
Artikel Terkait
