Prof Hendrayanto menegaskan bahwa pendekatan yang lebih relevan adalah melalui pengelolaan lanskap berkelanjutan dan pengaturan tata ruang berbasis DAS.
“Menyederhanakan persoalan dengan menyalahkan sawit sebagai penyebab utama degradasi lingkungan tidaklah tepat,” pungkasnya.
Editor : Furqon Munawar
Artikel Terkait
