Menurutnya, konversi hutan hujan tropis menjadi berbagai penggunaan seperti perkebunan, permukiman, maupun hutan monokultur menjadi faktor utama terganggunya siklus hidrologi.
“Persoalan utamanya bukan pada satu jenis tanaman, tetapi pada perubahan lanskap dan pengelolaan yang tidak terkendali,” tegasnya.
Prof Hendrayanto kembali menegaskan pentingnya perspektif ilmiah dalam melihat isu lingkungan.
“Kuncinya pada pengelolaan lanskap dan daerah aliran sungai (DAS) secara terpadu, serta penerapan praktik terbaik dalam pemanfaatan sumber daya alam," paparnya.
Meski memiliki kontribusi ekonomi besar, terutama dalam penyerapan tenaga kerja dan devisa negara, ekspansi sawit tetap harus diimbangi dengan pengelolaan lingkungan yang baik.
Editor : Furqon Munawar
Artikel Terkait
