Karhutla Berulang, IPB University Siapkan Teknologi untuk Memantau Dampaknya ke Udara

Furqon Munawar
Karhutla di Kalimantan hasil pantauan WebGIS berbasis satelit near-real time yang dikembangkan oleh LPPH IPB University. (Foto : Istimewa)

“Dengan mengintegrasikan data titik panas dan kondisi atmosfer, kita dapat menganalisis keterkaitan spasial dan temporal antara kejadian karhutla dengan perubahan kualitas udara,” ujarnya.

Kepala PPLH IPB University, Dr Yudi Setiawan, mengatakan karhutla yang terus berulang membutuhkan sistem pemantauan yang mampu memberikan gambaran lebih lengkap mengenai dampaknya.

Menurutnya, mengetahui lokasi kebakaran saja belum cukup. Perubahan kualitas udara dan pola kejadian dari waktu ke waktu juga perlu diperhatikan.

“Karena kejadian karhutla terus berulang, kita tidak cukup hanya mengetahui kondisi hari ini. Kita juga perlu memahami pola kejadiannya: di mana kebakaran berulang terjadi, kapan intensitasnya meningkat, dan bagaimana perubahan kualitas udara mengikuti kejadian tersebut,” kata Yudi.

Ia menambahkan, informasi time-series menjadi bagian penting untuk memahami hubungan antara kejadian karhutla dan perubahan kualitas udara. Luas wilayah Indonesia menjadi salah satu tantangan dalam pemantauan karhutla dan kualitas udara.

Editor : Furqon Munawar

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network