Karhutla Berulang, IPB University Siapkan Teknologi untuk Memantau Dampaknya ke Udara

Furqon Munawar
Karhutla di Kalimantan hasil pantauan WebGIS berbasis satelit near-real time yang dikembangkan oleh LPPH IPB University. (Foto : Istimewa)

Pengembangan lebih lanjut juga diarahkan menuju sistem peringatan dini (early warning system) kualitas udara yang berkaitan dengan kejadian karhutla.

Artinya, sistem ke depan diharapkan tidak hanya menjawab pertanyaan “di mana terjadi kebakaran?”, tetapi juga membantu menjawab “bagaimana dampaknya terhadap kualitas udara dan apa yang perlu diantisipasi?”

"Dengan demikian, teknologi ini dapat berkembang menjadi sistem pendukung pengambilan keputusan untuk mitigasi dampak karhutla terhadap kualitas udara di Indonesia,” pungkas Yudi.

Sistem pemantauan yang dikembangkan PPLH IPB University dapat diakses melalui WebGIS PPLH IPB University dan mencakup wilayah Indonesia.

Data terbaru diperbarui setiap hari, sementara data historis tetap tersimpan sehingga perkembangan kejadian karhutla dan kondisi atmosfer dapat ditelusuri dari waktu ke waktu.

Editor : Furqon Munawar

Sebelumnya
Halaman : 1 2 3 4 5

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network