Mengapa Puncak Bogor Terasa Makin Dingin Saat Musim Kemarau? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya

Furqon Munawar
Kawasan Puncak Bogor, potret dari ketinggian. (Foto : Istimewa)

Pada periode Monsun Australia, tekanan udara di Australia relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah Asia.Perbedaan tekanan tersebut kemudian menghasilkan pola aliran angin timuran hingga tenggara yang bergerak dari Australia menuju Indonesia.

Secara sederhana, aliran massa udara tersebut dapat digambarkan dari Australia angin timur/tenggara Indonesia Jawa Bogor.

“Monsun Australia berperan dalam pembentukan kondisi musim kemarau di Indonesia. Pada periode tersebut, tekanan udara di Australia relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah Asia. Perbedaan tekanan ini menghasilkan pola aliran angin timuran hingga tenggara yang bergerak dari Australia menuju Indonesia,” jelasnya.

Kondisi tersebut sejalan dengan penjelasan BMKG bahwa Monsun Australia dapat membawa massa udara kering dan mengurangi tutupan awan. BMKG juga menyebut fenomena angin Monsun Australia menjadi salah satu penyebab suhu dingin pada periode puncak musim kemarau, terutama Juli-Agustus.

Namun, menurut Givo, massa udara dari Australia bukan satu-satunya penyebab Puncak Bogor terasa dingin.Kondisi udara yang relatif kering, kelembapan yang lebih rendah, serta langit yang cenderung cerah juga berperan besar, terutama setelah matahari terbenam.

Editor : Furqon Munawar

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network