Pada siang hari, minimnya tutupan awan membuat permukaan bumi menerima radiasi matahari lebih banyak sehingga mengalami pemanasan. Namun ketika matahari terbenam, permukaan bumi mulai melepaskan panas dalam bentuk radiasi gelombang panjang ke atmosfer dan angkasa.
“Udara yang lebih kering dan minim tutupan awan membuat permukaan bumi menerima lebih banyak radiasi matahari pada siang hari sehingga mengalami pemanasan cukup tinggi. Setelah matahari terbenam, permukaan bumi kemudian melepaskan panas dalam bentuk radiasi gelombang panjang ke atmosfer dan angkasa,” paparnya.
Saat langit relatif cerah dan kandungan uap air rendah, pelepasan panas tersebut berlangsung lebih efektif. Akibatnya, permukaan bumi kehilangan panas dengan lebih cepat.
“Akibatnya, permukaan Bumi kehilangan panas dengan cepat. Proses ini disebut pendinginan radiatif,” jelas Givo yang juga merupakan Sekretaris Program Studi Klimatologi Terapan IPB University.
Proses pendinginan radiatif inilah yang membuat perubahan suhu semakin terasa setelah matahari terbenam.
Editor : Furqon Munawar
Artikel Terkait
