KPK Usut Dugaan Korupsi PBJ Bogor, Pengusaha Lokal Mengaku Kalah Tender meski Penawaran Terendah
Dia juga menyoroti dugaan keterlibatan pengusaha dari luar daerah yang disebutnya berkolaborasi dengan salah satu asosiasi pengusaha di Kabupaten Bogor. Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi membuat kontraktor lokal yang memiliki kemampuan dan rekam jejak pekerjaan baik tersisih.
"Sehingga kontraktor yang benar bagus pekerjaannya tersingkir karena tidak sanggup bayar kewajiban 10 persen fee," katanya.
Jon mengungkapkan, sepanjang 2025 dirinya mengikuti proses lelang untuk enam paket atau titik pekerjaan melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP). Dia mengklaim penawarannya selalu berada di urutan pertama, tetapi posisinya kemudian berubah sehingga peserta lain ditetapkan sebagai pemenang.
Menurut Jon, mengikuti tender membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dia menyebut pengurusan dokumen persyaratan dan penyusunan penawaran dapat menghabiskan sedikitnya Rp15 juta. Biaya tersebut berisiko tidak kembali ketika perusahaan gagal memenangkan tender.
Jon juga menduga terdapat perubahan atau pengaturan persyaratan dalam dokumen tender yang memengaruhi persaingan antarpeserta. Dia meminta proses evaluasi penawaran dan penetapan pemenang proyek ditelusuri untuk memastikan apakah seluruh tahapan telah berjalan sesuai ketentuan.
Selain itu, Jon meminta KPK menelusuri sosok yang disebutnya dengan inisial Mister S, termasuk dugaan peran dan pihak yang berada di belakangnya. Menurut dia, perlu dipastikan apakah ada pihak yang memiliki pengaruh terhadap penentuan pemenang proyek.
Editor: Suriya Mohamad Said